Kasie BNN

Kepala Seksi Pencegahan BNN Depok, Engkos Kosidin. (Foto: Dian/Diskominfo)

depok.go.id- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok mengajak masyarakat untuk berperan dalam pemberantasan terhadap narkotika di lingkungan. Upaya tersebut dilakukan BNN, supaya Kota Depok bebas dari narkoba.

Kepala Seksi Pencegahan BNN Depok, Engkos Kosidin mengatakan, saat ini untuk memberantas narkotika tidak hanya mengandalkan BNN atau Kepolisian saja, tetapi peran serta masyarakat juga turut andil dalam pemberantasan masalah tersebut. Dalam hal ini melalui program pemberdayaan masyarakat di Kota Depok.

“Lewat program tersebut, BNN mengajak seluruh komponen warga mulai dari lingkungan pendidikan, kesehatan, kecamatan, kelurahan, RW, RT membantu dalam memberantas narkoba,” katanya kepada depok.go.id, Jumat (07/04/2017).

Lebih lanjut Engkos menuturkan, untuk warga yang menemukan korban narkoba, pihaknya siap membantu. Sebab, BNN dibantu Dinas Kesehatan Kota Depok telah membuka Klinik Pratama yang sifatnya untuk penanganan narkoba. Setelah itu, korban akan dirujuk ke beberapa rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BNN Kota Depok.

“Klinik Pratama membantu para pengguna narkoba yang ingin sembuh melalui rujukan sesuai dengan tingkat penggunaannya. Jika masih menjadi pengguna baru, mereka akan direhabilitasi secara sosial melalui Community Based Unit (CBU) Kamboja dan Pendopo,” tuturnya.

Kemudian, sambungnya, apabila korban narkotika sudah terlampau pengguna aktif, mereka akan ditangani secara medis di rumah sakit (RS). Diantaranya RSUD Depok, RS Tugu Ibu, RS Bhakti Yudha, dan RS Hasanah Graha Afiah (HGA). Rujukan ke RSKO hanya untuk pengguna yang sudah parah.

Selain itu, menurutnya, kalangan remaja rentan terkena penyalahgunaan narkoba. Sebab diusia mereka berawal dari coba-coba. Karena itu, BNN Kota Depok memiliki seksi pencegahan, dimana orang-orang yang bergabung merupakan utusan dari BNN Pusat untuk diterjunkan langsung ke sekolah atau universitas yang ada di Kota Depok. Agar dapat melakukan penyuluhan dengan metode yang sudah disesuaikan.

“Target penyuluhan kami mulai dari SMP hingga SMA dan kalangan mahasiswa, cara penyampaian materi juga berbeda-beda karena disesuaikan dengan kemampuan penyerapan merekan mengenai pemberantasan narkoba,” pungkasnya.

 

Penulis :Dian Afrianti Kunto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :