depok.go.id – Salah satu penyakit yang kerap ditemui pada Lansia adalah osteoporosis. Osteoporosis merupakan penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kualitas dan kepadatan massa tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan beresiko patah tulang. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menghindari osteoporosis agar mencapai masa tua dengan tulang yang tetap sehat. Hal ini perlu dilakukan sejak remaja.

Narasumber seminar osteoporosis yang diadakan oleh Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Cabang Kota Depok yang digelar pagi tadi, yaitu dr. Amien Suharti, Sp. KFR mengatakan bahwa pencegahan osteoporosis ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu primer, sekunder dan tersier. Pencegahan primer adalah dengan mengonsumsi mineral, vitamin, mengimbangi asupan protein, dan olahraga. Sementara untuk pencegahan secara sekunder, menurutnya merupakan penambahan kepadatan tulang untuk mencegah osteoporosis lanjut pada post menopause osteoporosis, yaitu dengan mengonsumsi kalsium, vitamin D, meminum obat-obatan biphosphonat, dan menghindari jatuh saat beraktivitas.

“Sementara pencegahan tersier untuk menambah kepadatan tulang adalah dengan mengikuti rehabilitasi medik,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Amien juga mengungkapkan, mengikuti senam dengan gerakan sederhana cukup manjur untuk menguatkan tulang dan persendian. Salah satu senam yang efektif menjaga kesehatan tulang itu ialah senam osteoporosis. Senam ini disinyalir dapat meningkatkan kepadatan mineral pada sebagian tulang lengan dan tulang punggung.

Beliau juga menambahkan bahwa secara garis besar kesehatan tulang manusia dipengaruhi oleh faktor genetik, asupan kalsium dan pembebanan. Menurutnya, hal-hal kecil yang kerap diabaikan adalah mengangkat beban dari posisi duduk ke berdiri. Hal itu juga menjadi penyebab gangguan tulang.

“Intinya hidup sehat, asupan kalsium dan mineral terpenuhi dan rajin berolahraga,” jelasnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :