???????????????????????????????

Salah satu gerakan low impact dalam Senam Osteoporosis yang bisa dilakukan oleh para lansia

depok.go.id – Sebagian orang beranggapan bahwa osteoporosis lebih efektif dicegah lewat asupan kalsium yang tinggi. Padahal, senam dengan gerakan sederhana ternyata cukup manjur untuk menguatkan tulang dan persendian. Salah satu senam yang efektif menjaga kesehatan tulang itu ialah senam osteoporosis.

Ketua Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Cabang Kota Depok, Yulia Himawani mengatakan senam osteoporosis ini diperlukan guna menjaga kepadatan tulang. Ia menganjurkan, pada senam kesehatan ini sebaiknya dilakukan oleh mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Sementara untuk gerakannya sendiri tergolong bersifat aerobic low impact.

Low impact ini artinya di dalam senam osteoporosis tidak ada gerakan melompat dan cenderung gerakan yang lambat,” ujar Yulia Himawani, Senin (08/06/2015).

Menurut Yulia, sapaan akrab ketua Perwatusi cabang kota Depok, senam osteoporosis terdiri atas dua jenis gerakan pada bagian inti. Gerakan pertama berguna untuk kebugaran jantung dan paru-paru, sedangkan pada gerakan inti kedua untuk penguatan tulang.

Pada latihan dasar di gerakan inti pertama diutamakan gerakan, tekanan, dan tarikan pada area tulang yang sering diserang osteoporosis, yaitu tulang punggung, tulang paha, tulang bahu, dan tulang pergelangan tangan.

Sementara pada gerakan inti kedua, Yulia menambahkan, diutamakan pada latihan beban, dengan minimal beban 300 gram dan maksimal 1000 gram. Sebenarnya latihan beban untuk tulang belakang dan tungkai kaki sudah cukup memadai dengan beban tubuh sendiri. Namun, Yulia menyarankan untuk memodifikasi gerak tungkai kaki dan berbagai posisi tubuh akan memberikan beban lebih kepada area tubuh tertentu, yang akan merangsang pertumbuhan tulang di area tersebut.

Yulia yang juga sekretaris Perhimpunan Gerontologi Indonesia (Pergeri) cabang Kota Depok itu menghimbau kepada para Lansia untuk bisa rutin melakukan senam osteoporosis ini secara teratur agar kesehatan tulang di usia senja tetap terjaga.

“Paling tidak lakukan 3-5 kali dalam seminggu, dengan frekeunsi latihan diperlukan waktu 20-60 menit agar tulang tetap sehat dan kuat di usia lanjut,” tutupnya. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :