Inspektorat mengadakan kegiatan Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) dengan narasumber dari Kemendagri, belum lama ini. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Sebagai instansi yang memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Inspektorat Kota Depok memiliki cara-cara khusus. Salah satunya, melakukan pendekatan preventif kepada PD sesuai perkembangan zaman.

“Kita sudah mulai beralih dari yang sifatnya represif atau watchdog, menjadi yang lebih humanis dengan melakukan pendekatan preventif. Kami mencoba bangun pendekatan yang soft,” ujar Kepala Inspektorat Kota Depok, Firmanuddin, saat disambangi di ruang kerjanya, Senin (08/07/2019).

Adapun pendekatan preventif yang telah dilakukan, kata Firman, seperti pendampingan, evaluasi, review dan monitoring. Kegiatan preventif itu sendiri, lanjutnya, yaitu menjadikan Inspektorat Kota Depok sebagai mitra PD agar bisa mengenali hal-hal yang sifatnya akan mengganggu pencapaian tujuan kerja.

“Diharapkan dengan pendekatan ini peran Inspektorat bisa lebih efektif, yang hasil pengawasannya bisa mendorong PD untuk mencapai tujuannya,” ucapnya.

Firman juga menjelaskan, untuk melakukan pendampingan terhadap PD, dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni terkait manajemen risiko, sistem pengendalian internal, upaya membangun reformasi birokrasi dan membangun zona integritas. Maka dari itu, pihaknya rutin melakukan pembekalan wawasan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Inspektorat untuk meningkatkan kualitas.

“Jenis kegiatannya Pelatihan Kantor Sendiri (PKS), narasumbernya bisa dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Mudah-mdahan dengan wawasan yang selalu up to date kami bisa memberikan pelayanan yang maksimal, baik untuk PD maupun masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :