jual hewan kurban

Ilustrasi (sumber: google)

depok.go.id – Jelang hari raya Idul Adha, penjual hewan kurban mulai bermunculan di setiap sudut kota. Namun demikian, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok melarang penjual menjajakan dagangannya di jalur protokol Kota Depok yaitu Margonda. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Distankan Kota Depok, Ety Suryahati, saat ditemui baru-baru ini di Balaikota Depok.

“Untuk jalur hijau dan jalan protokol seperti Margonda dan Juanda itu tidak boleh ada penjual hewan kurban. Kami telah layangkan surat imbauan kepada Lurah dan Camat,” ujar Ety.

Ia mengaku kesulitan untuk memantau para pedagang yang berjualan di jalur hijau yang jelas-jelas dilarang.

“Itu jalur hijau dan sangat mengganggu lalu lintas, karena padat lalin. Pemerintah telah memberikan imbauan untuk itu, berbahaya dan beresiko kalau-kalau ada kejadian kambing atau sapinya lepas,” paparnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga akan melakukan sidak ke lapak-lapak penjual hewan kurban mulai H-10. Dalam sidak itu, nantinya Distankan juga akan memeriksa kesehatan hewan kurban.

“Jika layak dan sudah diperiksa kesehatannya maka kami beri lebel atau tanda sehat yang dipasang di kuping hewan kurban yang dijual. Kemudian lapak yang sudah diperiksa juga akan kami berikan kartu bahwa lapak tersebut telah diperiksa oleh Distankan,” terangnya.

Ditambahkannya, jika tahun lalu jumlah lapak penjual hewan kurban di Depok mencapai 400 lapak yang tersebar di 11 kecamatan. Sedangkan untuk tahun ini belum dapat dipastikan untuk jumlahnya.

Hewan kurban yang masuk ke wilayah Depok umumnya dari wilayah Lampung, Jawa, Bali, Lombok termasuk sapi impor, tegasnya. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :