valentino jonatan

Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein Kota Depok, Valentino Jonathans. (Foto:Indri/Diskominfo)

depok.go.id – Sebagai bentuk kebanggaan terhadap berbagai peninggalan sejarah di Kota Depok, masyarakat diimbau untuk melestarikan warisan tersebut. Tentunya juga dengan menyampaikannya kepada generasi muda agar mengetahui dan memaknai pentingnya warisan sejarah yang ada.

 “Mari kita rawat bersama seluruh peninggalan sejarah yang ada di Kota Depok agar keberadaannya tetap terjaga,” tutur Kepala Seksi Pengolahan Data Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Agus Hery Wibowo saat ditemui pada Seminar Penelusuran Sejarah Kota Depok di Aula Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Kamis (8/9/2016).

 Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa peninggalan sejarah yang ada di Kota Depok nantinya akan dimanfaatkan termasuk menjadi objek wisata. Sehingga pelestariannya dapat terus dilakukan dengan baik.

 Adapun peninggalan sejarah yang ada di Kota Depok diantaranya Gedung Pertemuan Eben Haezer, Gedung SDN Pancoran Mas 2 yang ada di Jalan Pemuda, Jembatan Panus di Jalan Tole Iskandar, The Old House di Jalan Margonda,   Bangunan Pabrik Tua Pembakaran Kapur di Jalan Pekapuran, serta Tugu Peringatan Cornelis Chastelein di Rumah Sakit Harapan Depok. Tidak hanya itu, juga terdapat  Gereja GPIB Immanuel, Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), serta Rumah Tinggal Presiden Depok.

“Beberapa peninggalan sejarah ada yang sudah tidak dapat digunakan dan ada yang hingga saat ini masih berdiri kokoh, sebagai generasi penerus harus melestarikan warisan tersebut,” tambah Agus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein Kota Depok, Valentino Jonathans turut berpesan kepada seluruh masyarakat di Kota Depok untuk menjaga bangunan peninggalan sejarah yang ada di Kota Depok. Pasalnya, para leluhur sudah tidak lagi ada, maka saat ini masyarakat lah yang bertugas memeliharanya agar tetap berdiri kokoh.

“Manfaatkan warisan sejarah dengan baik, jangan sampai merusaknya,” tutupnya.

Penulis: Indri

Editor: Siti Rahma dan Yulia Shoim

Bagikan post melalui :