penertiban spanduk3depok.go.id – Sedikitnya 497 spanduk dan atribut liar lainnya berhasil ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok selama bulan Oktober 2017. Penertiban dilakukan rutin setiap hari dengan menurunkan beberapa regu Satgas Pol PP ke beberapa titik yang dinilai rawan pemasangan atribut liar.

“497 itu terdiri dari baliho sebanyak 2 buah, bilboard 1 buah, atribut lainnya 19 buah dan spanduk yang paling banyak yaitu 475 buah. Semua atribut diamankan untuk dijadikan barang bukti,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mi’raz di Balai Kota, Rabu (08/11/17).

Dikatakannya, pihaknya rutin memonitoring adanya upaya pihak yang tidak bertanggung jawab memasang reklame, spanduk maupun atribut di tempat terlarang. Adapun beberapa lokasi tersebut antara lain Jalan Meruyung, Jalan Siliwangi, Jalan KSU, Jalan Juanda, Margonda Raya, daerah Sawangan, Cimanggis, Cipayung dan beberapa jalan strategis lainnya.

Dudi menyebut, spanduk dan reklame yang terpajang di jalan-jalan strategis, biasanya kerap dipasang lagi setelah dilakukan penertiban. Meskipun begitu, pihaknya akan terus melakukan penertiban sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Jumlahnya tidak tentu setiap bulan, sudah kami turunkan spanduk-spanduknya, besok ada lagi. Tapi, akan kita amankan lagi, selain kami panggil pemilik spanduk untuk diberikan pembinaan,” ucapnya.

Reklame maupun atribut lainnya yang diamankan, lanjutnya, karena jenis pelanggarannya berbeda-beda seperti, tidak memiliki izin, masa berlaku izin habis, rusak, dan pemasangan reklame di tempat terlarang. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Depok untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan Kota Depok demi terwujudnya Depok yang unggul, nyaman dan religius.

“Jika masyarakat melihat ada orang yang dengan sengaja memasang spanduk atau reklame yang tidak berizin, boleh ditegur langsung atau laporkan kepada kami. Ini juga merupakan salah satu upaya bersama dalam menjaga keindahan kota,” tegas Dudi.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :