Telur lele yang siap ditetaskan milik BBI Kota Depok. (Foto: dok. BBI Kota Depok).

depok.go.id-Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok belum lama ini menyuntikkan hormon pada lima pasang ekor lele. Cara ini efektif merangsang sel telur sekaligus mempercepat proses ovulasi pada ikan lele yang sedang dibudidayakan.

“Ya, kemarin kita sudah menyuntikkan rangsangan untuk lima pasang ekor lele. Saat ini tengah kami pantau prosesnya,” ujar Kepala BBI Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, M Nur Hidayat, di ruang kerjanya, Kamis (08/11/18).

Dikatakannya, untuk hasil bisa dilihat satu sampai dua hari ke depan. Adapun satu betina dewasa bisa menghasilkan 100 sampai 200 ribu ekor benih.

“Proses pemijahan memang terbilang singkat, maksimal hanya dua hari. Setelah betina bertelur, kita pisahkan telur dengan betinanya dan kami fokus ke proses penetasan,” jelasnya.

Diakuinya, terdapat tiga teknik yang bisa dilakukan BBI untuk mempercepat proses pemijahan. Antara lain, teknik alami yaitu memasangkan betina dengan jantan dalam satu kolam dan meletakkan kakaban atau tempat telur yang terbuat dari ijuk.

Kedua adalah teknik kawin suntik yaitu menyuntikkan hormon ke betina dan jantan, setelah itu telur di perut betina dipaksa keluar.

“Nah, kita menggunakan teknik yang ketiga yaitu teknik semi alami, di mana kita suntikkan hormon perangsang, setelah itu betina dan jantan akan melakukan proses kawin secara alami. Diharapkan pemijahan kali ini, bisa berjalan maksimal dan menekan angka kematian pada benih lele,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :