Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis (tengah) bersama Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok, Amri Yusra (kedua kanan) saat pembukaa kejuaraan terbuka wushu antar pelajar dan mahasiswa tingkat nasional di Balairung UI pada 7-9 November 2018. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id- Ratusan perguruan se- Jabodetabek bertanding dalam kejuaraan terbuka wushu antar pelajar dan mahasiswa tingkat nasional bertajuk Wugames Universitas Indonesia 2018 di Balairung UI, Pondok Cina, Beji pada 7-9 November 2018. Sebanyak 405 pendekar Wushu se-Indonesia akan saling beradu kemampuan dalam 831 nomor pertandingan, memperebutkan Piala Rektor Universitas Indonesia.

Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis mengatakan, kejuaraan yang sudah digelar kelima kalinya merupakan upaya kampus untuk mendukung kegiatan olahraga. Salah satunya adalah olahraga beladiri wushu.

“Kampus punya UKM Wushu, untuk membesarkannya, tentu kami akan terus mendukung terlebih ini terkait bakat mahasiswa. Disamping kami juga turut mempopulerkan olahraga wushu ini di Indonesia,” jelasnya usai membuka kejuaraan terbuka wushu tersebut.

Dikatakannya, kejuaraan ini juga merupakan upaya kampus untuk mendukung pembinaan atlet wushu. Khususnya di Kota Depok yang menjadi lokasi UI.

“Sebagian UI ada di Depok, tentu itu menjadi keistimewaan. Bahwa kami turut membantu dalam mencari bibit unggul untuk Kota Depok, Jawa Barat dan Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok, Amri Yusra menuturkan, pihaknya mengapresiasi atas turut sertanya civitas academica dalam pembinaan olahraga. Khusunya olahraga beladiri wushu di Kota Depok.

“Kejuaraan yang digelar oleh UI jelas untuk mengembangkan cabang olahraga wushu di Kota Depok. Ini bagian dari kontribusi UI untuk memasyarakatkan olahraga tersebut. Selain juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan organisasi melalui peran mereka sebagai panitia dalam kejuaraan ini,” terangnya.

Untuk diketahui, event Wugames UI 2018 bukanlah kejuaraan wushu biasa. Sebab, selain nomor pertandingan kontemporer, kejuaraan tersebut juga mempertandingkan nomor pertandingan wushu tradisional.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :