Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

depok.go.id-Upaya menekan angka kematian pada ikan khususnya gurame yang disebabkan oleh bakteri aeromonas, Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok mulai menerapkan penggunaan cairan probiotik. Formula tersebut merupakan inovasi yang dibuat BBI, bekerja sama dengan pembudidaya.

“Penggunaan probiotik baru kita uji coba bulan Agustus ini, setelah sebelumnya sudah terbukti dapat menekan kematian pada indukan milik salah satu pembudidaya,” ujar Kepala BBI Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, M Nur Hidayat, di ruang kerjanya, Kamis (08/11/18).

Dikatakannya, probiotik berasal dari kotoran sapi yang dicampurkan dengan starter probiotik dan difermentasi selama 21 hari dalam tempat hampa udara. Proses tersebut menghasilkan cairan yang mengandung bakteri baik dan bisa diaplikasikan ke kolam ikan indukan.

“Jadi kami juga ada kerja sama dengan peternak untuk mendapatkan kotoran sapi. Selain cairan disebar ke kolam ikan, kita juga bisa menyemprotkan cairan tersebut ke pakan ikan,” katanya.

Nur menambahkan, cairan yang sudah melalui proses fermentasi, baik digunakan untuk kolam ikan, karena bisa meningkatkan kualitas perairan dan bisa menekan penyakit serta memperkuat daya tahan ikan terhadap penyakit.

“Dalam kurun waktu setahun terakhir ini, angka kematian ikan akibat bakteri aeromonas mencapai 200 ekor. Target kami 50 persen menurun setelah menggunakan probiotik ini. Hasilnya bisa dilihat ketika serangan bakteri ini muncul, yaitu sekitar awal tahun,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :