Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok , Lienda Ratnanurdiany. (Foto: Istimewa). 

depok.go.id-Salah satu persoalan yang berpotensi muncul jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, adalah maraknya kabar bohong (hoaks) yang beredar. Karena itu, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok mengajak masyarakat untuk proaktif dalam mencegah peredaran kabar bohong tersebut.

“Keberadaan kabar bohong dapat merugikan setiap parpol. Sebab, melalui kabar bohong, oknum masyarakat dapat menyebarkan informasi negatif yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya,” ujar Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany, Kamis (08/11/2018).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, pelaksanaan pesta demokrasi kerap dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu dan kabar bohong yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu, Kesbangpol Kota Depok mendorong seluruh lapisan masyarakat agar tidak menyebarkan berbagai informasi yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Masyarakat harus menyaring apakah informasi dimaksud layak disebarkan atau tidak. Apabila informasi bersifat memprovokasi dan mengadu domba masyarakat, sebaiknya jangan disebarkan,” katanya.

Dia berharap, pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Depok dapat berjalan secara kondusif. Serta terbebas dari berbagai persoalan yang dapat memecah belah masyarakat, seperti penyebaran kabar bohong.

“Kami ingin pelaksanaannya nanti berjalan menggembirakan bagi masyarakat. Kami juga yakin, para pemilih di Kota Depok sudah cerdas dalam melaksanakan pesta demokrasi yang diharapkan dapat berjalan dengan jujur, adil, dan transparan,” tutupnya.

Penulis : Dian Afrianti Kunto
Editor : Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :