Pakar Gizi

Talkshow Festival Kuliner Singkong di Margo City, Depok, Selasa (08/12/15). (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Ketergantungan setiap orang pada karbohidrat berupa nasi akan memberikan dampak yang negatif jika pola hidup ini terus dilakukan. Apalagi tanpa diimbangi dengan olahraga dan tidak mengganti konsumsi nasi dengan karbohidrat lainnya, seperti jagung, singkong, talas, kentang, dan sebagainya.

Pakar gizi yang tergabung dalam Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Depok, Rita Rama Yulisini, mengatakan bahwa nasi memiliki kandungan Ph yang asam dan jika dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan sumber penyakit, seperti obesitas, diabetes bahkan dapat berujung pada kematian.

“Boleh makan nasi tapi jangan berlebihan, Ph nasi asam sedangkan Ph kita netral. Jagung memiliki Ph netral yang sama dengan tubuh kita. Jadi baiknya perbanyak konsumsi jagung atau karbohidrat lain selain nasi,” imbau Rita pada acara Talkshow Festival Kuliner Singkong di Margo City, Depok, Selasa (08/12/15).

Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) itu menambahkan, darah yang secara terus menerus diberi asupan karbohidrat yang memiliki kandungan Ph asam akan memicu berbagai penyakit. Jika tidak dikontrol dari sekarang, bukan tidak mungkin penyakit dapat menjangkit seseorang yang usianya belum genap 40 tahun.

Walaupun mindset masyarakat terlanjur terbentuk ‘belum makan kalau belum ketemu nasi’, Rita masih memiliki harapan singkong dan umbi-umbian dapat menjadi populer di tengah maraknya beras impor yang semakin mahal. 

“Masyarakat harus sadar, nasi memiliki indeks glikemik yang tinggi dan dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Beralihlah mengonsumsi singkong, jagung yang kaya akan kandungan vitamin,” serunya. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :