depok.go.id-Inflasi daerah merupakan suatu hal yang patut diwaspadai, sebab jika suatu daerah mengalami inflasi maka akan timbul perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK adalah suatu indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dalam suatu periode, dari suatu kumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi oleh penduduk atau rumah tangga dalam kurun waktu tertentu.
Untuk mempersiapkan hal tersebut ditengah ekonomi yang tidak stabil, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok Tata Djumantara mengatakan perlu adanya usaha bersama agar arus barang dan komoditas lancar, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok khususnya yang tergabung dalam Tim pemantauan dan pengendalian inflasi daerah (TPID) hendaknya berkonsentrasi pada komoditas dengan bobot tinggi, misal kelompok kebutuhan pokok pada Dinas perindustriab dan perdagangan (Disperindag).
“Tak lupa Pemkot Depok juga wajib berkonsentrasi pada komoditas yang harganya mudah bergejolak seperti beras, daging, ayam ras, bumbu-bumbuan dan sayuran,” ungkap Tata pada kegiatan rapat TPID di Aula Lantai 5, Balaikota Depok, kemarin (08/12/15).
Dia menambahkan, nantinya upaya tersebut akan memberikan dampak positif dan kesiapan Pemkot dalam menghadapi inflasi yang kerap terjadi. Antara lain, memberikan gambaran perubahan harga-harga komoditas (barang dan jasa) yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga diperoleh perhitungan besarnya perubahan harga komoditas pada tingkat harga konsumen.
Selain itu, lanjutnya, akan memperlihatkan stabilisasi harga komoditas, indikator kerja TPID, salah satu variabel penentuan upah minimum serta eskalasi nilai proyek.
Diharapkan dengan adanya pemaparan terkait pemahaman dan solusi pengendalian mengenai inflasi di Kota Depok, TPID mampu mengatur kegiatan ekonomi secara berkesinambungan. Penulis: Vidyanita/ Diskominfo
Bagikan post melalui :