Untuk membantu warga prasejahtera, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok secara rutin menggelar isbat nikah gratis. Bahkan, tahun 2018 kegiatan serupa kembali digelar dengan jumlah pasangan suami istri (pasutri) yang difasilitasi sebanyak 110 orang atau lebih banyak daripada tahun 2017.

“Insya Allah, tahun depan kita akan tetap menyelenggarakan kegiatan ini.  Pemerinta kota (Pemkot) Depok akan tetap konsisten untuk membantu warga yang tidak mampu untuk mengesahkan pernikahannya menurut negara,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil kota Depok, Christie Lengkey, Jumat (08/12/17).

Christie mengatakan, penyelenggaraan isbat nikah merupakan kegiatan rutin tahunan. Sepanjang tahun 2017, pihaknya telah menyelenggarakan isbat nikah 4 kali dan sebanyak 60 pasutri telah disahkan pernikahannya secara negara.

“Isbat nikah ini penting untuk dilakukan, karena masih banyak warga yang pernikahannya belum sah menurut negara. Itu akan mempersulit dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan, seperti pembuatan Akta Kelahiran bagi pasangan yang sudah memiliki anak,” katanya.

Ia menambahkan, peserta isbat nikah yang difasilitasi nanti adalah harus warga Depok yang kurang mampu dan hanya untuk pernikahan yang pertama. Agar informasi isbat nikah ini dapat diketahui oleh masyarakat, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi baik melalui leaflet, banner, dan melalui staf kecamatan dan kelurahan.

“Mudah-mudahan dengan upaya yang dilakukan ini, semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan publik,” tandasnya.

Penulis : Jose/Diskominfo

Editor: Dunih

Bagikan post melalui :