IMG_8341

Ilustrasi Tempat Pemakaman Umum (TPU). (Foto : Istimewa).

depok.go.id – Keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cilayu yang terletak di Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), memiliki fungsi utama sebagai tempat pelayanan publik untuk penguburan jenazah bagi warga setempat. Agar pengelolaannya berjalan dengan baik, Kelurahan Cipas membentuk Kelompok Kerja (Pokja) makam TPU Cilayu.

Lurah Cipas, Cahyanto mengatakan, keberadaan Pokja makam tersebut merupakan inovasi untuk menjawab keresahan warga setempat atas pengelolaan makam yang sebelumnya berjalan kurang baik. Menurutnya, warga setempat sempat merasa khawatir apabila makam tersebut justru dipenuhi oleh warga yang bukan berdomisili di area TPU Cilayu.

“Semula makam Cilayu dikelola tiga kelompok penggali kubur, tetapi karena ingin menata dan memfungsikan makam tersebut untuk warga Cipas saja, maka dibentuklah Pokja Makam Cilayu,” kata Cahyanto kepada depok.go.id, Jumat (08/12/2017).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, anggota pengurus Pokja makam Cilayu berasal dari unsur ketua RT dan RW setempat. Nantinya, bagi setiap warga yang ingin memakamkan kerabatnya di TPU tersebut, maka harus melapor terlebih dahulu ke sekretariat Pokja makam.

“Setiap yang melapor akan dilihat terlebih dulu, apakah jenasah yang akan dimakamkan merupakan warga setempat atau bukan. Hal ini kami lakukan untuk memberikan prioritas bagi warga Cipas agar mereka tidak merasa khawatir apabila ada anggota keluarga maupun kerabatnya yang tinggal di Cipas meninggal dunia, dapat dimakamkan di TPU Cilayu ini,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, keberadaan Pokja makam Cilayu tersebut juga bertujuan untuk menciptakan pemakaman yang tertib secara administrasi. Sehingga, pihak pengelola makam dapat memiliki data yang lengkap terkait warga yang hendak dimakamkan di TPU tersebut.

“Pada intinya, keberadaan pokja ini bukan untuk mempersulit masyarakat. Justru kehadiran mereka dapat mempermudah warga Cipas dalam mengurus berbagai persoalan administrasi yang berkaitan dengan pemakaman di TPU Cilayu,” tutupnya.

 

 

Penulis : Guntur Widyanto

Editor : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :