Kejahatan narkoba saat ini dinilai sudah menjadi kejahatan luar biasa karena dampaknya sangat merusak, terorganisir dan lintas negara. Tidak hanya itu, narkoba juga menimbulkan kerugian dari segi kesehatan, ekonomi dan keamanan karena dapat mengganggu keamanan bersama.

Untuk itu Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan kolaborasi yang efektif untuk memberantas narkoba sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara Pemkot, BNN, Polsek, dan warga harus terjalin dengan erat.

“Guna mempersempit ruang gerak pengedar dan pengguna narkoba di Depok mari kita bekerja sama agar narkoba bisa diberantas,” ajak Idris ketika menghadiri penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba untuk para pemuda di Kelurahan Bedahan belum lama ini.

Idris mengajak aparat keamanan untuk bersama melakukan gerakan masif dalam mengurangi angka penderita narkoba di Depok.

Menurut Idris angka kasus narkoba di Depok meningkat setiap tahun. Mulai dari tahun 2011 terdapat 148 kasus, sedangkan 2012 ada 188 kasus, dan 2013 diperoleh angka 248 kasus. Banyak kasus ditemui, mereka kemudian terjangkit penyakit HIV/AIDS dan sebagian besar pengguna narkoba jenis suntik.

“Pada tahun 2014 yang lalu, Dinkes mengutarakan 316 kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), oleh karena itu mari kita perangi Narkoba bersama,” ajak Idris. (Nurul H/Diskominfo)

Bagikan post melalui :