razia

Sebanyak 23 pelajar yang sedang membolos dan bermain game online saat jam belajar, terpaksa dibubarkan Satpol PP. (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Sebanyak 23 pelajar yang sedang membolos dan bermain game online saat jam belajar, terpaksa dibubarkan Satpol PP. Ke-23 orang itu, selanjutnya diberikan teguran oleh petugas yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Pendidikan dan juga Inspektorat, untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mi’raz mengatakan, kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi yaitu, Sukmajaya, Beji timur, dan Nusantara. Razia juga dilaksanakan untuk mencegah aksi kenakalan pelajar. Selain itu, juga sebagai bentuk perlindungan kepada pelajar agar tidak berkeliaran di warnet pada jam sekolah.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan, atas kejadian yang seharusnya tidak dilakukan anak-anak pada jam sekolah,” ujar Dudi, Kamis (09/02/2017).

Dirinya mengatakan, pelajar yang dirazia selanjutnya diberikan teguran dan juga pendataan. Namun, jika nanti mereka kedapatan lagi berada di luar saat jam sekolah, pihak Satpol PP akan berkoordinasi ke sekolah dan juga para orang tua untuk menindak lebih tegas lagi.

“Jika kedapatan lagi, tentunya akan kita tindak lebih tegas lagi,” tambahnya.

Dudi menambahkan, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan, karena dikhawatirkan para pelajar yang sedang bolos sekolah bisa saja bertemu dengan pihak yang tidak bertanggung jawab seperti pengedar narkoba dan lainnya yang bersifat negatif.

“Yang dikhawatirkan mereka membolos lalu ketemu dengan misalnya, pengedar narkoba. Ini kan bahaya. Karena itu Satpol PP juga meminta bantuan masyarakat agar memberikan informasi lokasi yang biasanya dijadikan tempat bolos para siswa,” tutupnya.

Penulis: Rysko
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

                                                                                                Diskominfo

Bagikan post melalui :