Kepala UPT Puskesmas Beji, Hendrik Alamsyah(kanan) saat menyapa warga yang berobat ke UPT Puskemas Beji belum lama ini. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id-Kepala UPT Puskesmas Beji, Hendrik Alamsyah, mengatakan mencegah penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak cukup hanya dengan pemberantasan sarang nyamuk atau menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh turut menjadi faktor penting
dalam menghindari penyakit tersebut.

“Sistem imun yang lemah membuat tubuh tidak dapat mempertahankan diri dari berbagai ancaman penyakit. Berbeda jika keadaan imun kita sedang baik, misalkan tergigit nyamuk penyebab DBD bisa jadi tidak terjangkit.” ujarnya kepada depok.go.id, Sabtu (09/02/2019)

Dikatakanya, anjuran menjaga daya tahan tubuh selalu disosialisasikan kepada masyarakat di Kecamatan Beji. Di samping ajakan untuk terus melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara kelompok maupun mandiri.

“Saya telah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di Beji, yang saya lihat sendiri lingkungan sudah bersih, gorong-gorong airnya lancar. Bahkan, warga telah menggelar kerja bakti 2 kali dalam seminggu,” katanya.

Hendrik menjelaskan, menjaga daya tahan tubuh tidaklah sulit. Hal tersebut dapat dilakukan dengan makan secara teratur, istirahat cukup, memperbanyak minum air putih, dan mengonsumsi vitamin.

“Begitu ada pasien yang dirawat karena DBD salah satu perawatan yang dilakukan adalah mengatur asupan gizinya, agar imunnya kuat sehingga dapat bertahan melawan penyakit,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dalam memberantas nyamuk DBD dan menekan angka penderita DBD membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Pengasapan atau fogging itu bukan solusi. Kita harus tetap melakukan PSN dengan melakukan 3 M atau Menguras, Menutup dan Mengubur barang-barang yang tidak terpakai,” ucapnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :