BJB UMKM

Kantor Bank BJB Cabang Kota Depok, Jalan Margonda Raya Nomor 29, Kota Depok. (Foto: Janet)

depok.go.id – Guna menekan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) , Bank BJB menggulirkan program edukasi bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).Diharapkan para pelaku UMKM ini dapat memahami manajemen bisnis, termasuk mengatur keuangan.

Team Leader Bank BJB, Muhamad Lutfi mengatakan, para pelaku UMKM diberikan edukasi saat pra dan pasca mengikuti program kredit mikro BJB. Langkah tersebut dimaksudkan agar mereka mampu melakukan pengembalian angsuran usahanya.

“Sebelum menyalurkan kredit, kami akan memverifikasi calon debitur UMKM secara akurat, kemudian pada sesi wawancara, secara persuasif kami berikan pembinaan dengan edukasi manajemen bisnis dan keuangan, setelah menjadi debitur kami pun menfasilitasi para pelaku UMKM di Depok untuk mengikuti program pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat terpadu,” jelasnya kepada depok.go.id, Kamis (09/03/2017).

Dikatakannya, pelatihan pemberdayaan ekonimi masyarakat terpadu merupakan upaya mendekatkan diri dengan debitur atau pelaku UMKM di Depok. Diharapkan, mereka dapat mengetahui bagaimana cara mengatur manajemen keuangan dan mengatur pembukuan. Ini dilakukan agar rasio NPL tidak meningkat. Pada saat verifikasi berjalan, Bank BJB bekerja sama dengan Pemerintah Daerah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM.

“Kami memposisikan diri sebagai sahabat, bukan hanya sebagai pemberi kredit. Untuk itu kemudahan dalam pelayanan, edukasi dan pelatihan menjadi konsetrasi Bank BJB dalam mendukung perekonomian kerakyatan di Kota Depok,” tuturnya.

Lutfi menambahkan Bank BJB yakin UMKM yang telah beri modal, ke depan akan siap untuk mengembalikan dana pinjaman kepada bank.

“Keseriusan kami mengawal UMKM dibuktikan dengan bergulirnya program Bank BJB Sahabat UMKM. Kami pun akan menyasar para UMKM yang membutuhkan kemitraan. Selain juga mendorong program pencetakan 100 ribu usaha baru di Jawa Barat,” tutupnya.

 

Penulis : Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :