depok.go.id – Sebanyak 30 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok mendapat pelatihan khusus pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok. Adapun ke-30 UMKM tersebut merupakan perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Depok.

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan, Ani Rubiani, saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (09/06/2015) pagi tadi. Menurutnya, setiap industri rumah tangga pangan dianjurkan untuk memiliki SP-PIRT berdasarkan surat keputusan kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI nomor K.00.05.5.1640 tanggal 30 April 2003. Pengeluaran sertifikat tersebut merupakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Untuk mengakomodir UMKM yang mempunyai bisnis di bidang industri rumah tangga pangan di Kota Depok, kami mengadakan pelatihan tersebut agar mereka bisa melakukan pengurusannya langsung ke Dinkes,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Ani Rubiani.

Lebih lanjut, dr. Ani menjelaskan bahwa materi yang diberikan kepada para pelaku industri pangan itu mengenai keamanan dari bahan baku pangan. Hal ini terkait perlakuan terhadap makanan yang harus dikelola dengan tata laksana yang baik.

Selain itu, dokter berhijab itu menambahkan materi penting yang diberikan pun berhubungan dengan penggunaan zat-zat berbahaya dalam makanan. Mengenai zat berbahaya tersebut, dr. Ani menerangkan, terdiri dari bahaya penambahan zat kimia, yaitu berhubungan dengan bahan tambahan yang tidak boleh dicampurkan ke makanan, seperti pewarna yang tidak semestinya dan bahan pengawet. Selain itu, para pelaku UMKM bidang makanan juga perlu mewaspadai bahaya fisika dan biologi dari pengolahan makanan yang dilakukan, seperti harus cermat agar ketika proses produksi tidak terpapar pecahan kaca, helai rambut, kuman, virus, dan jamur.

“Itulah mengapa saat proses produksi berlangsung diharapkan pembuatnya mengenakan topi, celemek, dan sarung tangan, agar bisa mengurangi kontaminasi dari zat-zat yang tidak semestinya,” katanya lagi.

Ditambahkannya, pengurusan SP-PIRT ini diberikan secara gratis oleh Dinkes asalkan pelaku usaha telah melengkapi persyaratan yang telah ditentukan serta mengikuti pelatihan SP-PIRT. Sementara untuk para pelaku usaha baik perorangan maupun secara berkelompok yang ingin mengikuti pelatihan SP-PIRT, dr. Ani mengatakan bisa menghubungi Dinkes langsung dan nantinya akan dijadwalkan untuk diadakan pelatihan. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :