depok.go.id – Sebanyak empat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Depok telah meraih sertifikat ISO 9001: 2008. Keempat Puskesmas tersebut ialah Puskesmas Cimanggis, Pancoran Mas, Sukmajaya, dan Beji.

International Organization for Standardization (ISO) 9001 merupakan standart internasional di bidang sistem manajemen mutu yang dikeluarkan pihak independen. Sehingga dikatakan keempat Puskesmas tersebut telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen mutu jasa yang dihasilkan.

“Alhamdulillah empat Puskesmas kita sudah meraih ISO 9001: 2008, setelah melewati dua persyaratan yakni telah menerapkan manajemen ISO 9001: 2008, dan telah lulus audit sertifikasi,” ujar dr. Zakiah, Kepala Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Selasa (09/06/2015).

Menurut dr. Zakiah, dengan adanya ISO ini, akan memberikan manfaat bagi masyarakat atau pihak puskesmas, Adapun contoh manfaat dengan adanya ISO ini, maka petugas harus memiliki kelengkapan rekamedis. Melalui rekamedis yang lengkap akan memudahkan bagi dokter untuk memberikan tindakan,  jika dokter yang menangani berbeda dengan sebelumnya.

Selain itu, jika terdapat keluhan dari pasien mengenai pelayanan, pihak Puskesmas akan memiliki bukti tertulis yang terdapat di rekamedis tersebut. Ia juga menambahkan dengan audit ISO selama empat sekali dapat mempercepat melakukan pembenahan pelayanan.

Lebih lanjut dokter berhijab itu menyampaikan bahwa di tahun 2015 ini ditargetkan akan ada penambahan 5 Puskesmas lagi yang mendapat sertifikat ISO 9001: 2008. Puskesmas yang dimaksud, yaitu Puskesmas Tapos, Cipayung, Sawangan, Bojongsari, dan Cinere.

“Insya Allah kita menargetkan 5 Puskesmas lagi untuk meraih sertifikat ISO 9001: 2008. Mudah-mudahan dengan kerjasama semua pihak kita bisa mendapatkannya,” harap dr. Zakiah.

Sementara itu, dengan diraihnya sertifikat ISO 9001: 2008 ini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat atau pasien, jaminan kualitas layanan atau SOP, serta meningkatkan motivasi, moral dan kinerja pegawai, komunikasi internal, image positif Puskesmas, dan sistem yang terdokumentasi. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :