Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia. (Foto : Diskominfo)

 

depok.go.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) berkomitmen memberikan perlindungan terhadap anak dari berbagai kekerasan. Melalui berbagai upaya preventif terus dilakukan DPAPMK demi menjamin pemenuhan hak anak di Kota Depok.

“Upaya perlindungan anak yang sudah dilakukan melalui sejumlah upaya preventif yaitu melakukan sosialisasi pengembangan Kota Layak Anak (KLA) karena sebelum melaksanakan program-program yang ada, seluruh stakeholder perlu memahami terlebih dahulu apa itu KLA untuk menyamakan pemahaman,” tutur Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia kepada depok.go.id, Senin (09/07).

Yulia menjelaskan, pihaknya juga mengadakan kegiatan roadshow stop kekerasan pada anak yang dikolaborasikan dengan parenting ke setiap wilayah dan sekolah-sekolah. Disamping itu, guna memaksimalkan sosialisasi stop kekerasan pada anak, pihaknya juga bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Polresta Depok, dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

“Kemudian kami juga melakukan sosialisasi terkait Sekolah Ramah Anak (SRA) ke setiap sekolah, karena dengan adanya SRA juga sebagai salah satu bentuk pencegahan adanya kekerasan pada anak di sekolah, mengingat selama 8 jam anak berada di sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ucapnya, selain melakukan berbagai upaya preventif, DPAPMK juga melakukan berbagai langkah penyembuhan (kuratif) bagi anak yang menjadi korban kekerasan melalui mitranya yaitu P2TP2A. Ketika terdapat klien yang datang melaporkan adanya kasus kekerasan anak, pihaknya melaporkan ke P2TP2A untuk segera ditangani baik secara psikologis maupun pendampingan secara hukum. Terlebih seluruh pendampingan yang diberikan bersifat gratis.

“Penanganan yang kami lakukan tidak hanya korban, tetapi juga orangtua korban, pelaku, bahkan orangtua pelaku yang kemungkinan ada trauma untuk memutus mata rantai kekerasan anak. Apabila ada anak-anak yang harus dilakukan pemeriksaan secara medis, kami juga bekerjasama dengan RSUD melalui Dinas Kesehatan sebagai gugus tugas KLA,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, selain melakukan berbagai langkah preventif dan kuratif, dalam mendukung Depok sebagai KLA, pihaknya juga melakukan sejumlah langkah lainnya. Diantaranya pembentukan RW Ramah Anak, Kelurahan Layak Anak, Kecamatan Layak Anak, Puskesmas Ramah Anak, dan Sekolah Ramah Anak (SRA).

“Rinciannya ada 238 RW Ramah Anak, 63 Kelurahan Layak Anak, 11 Kecamatan Layak Anak, 14 Puskesmas Ramah Anak, dan 354 SRA,” tandasnya.

 

 

Penulis : Jose Marques

Editor : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :