al haraki

Al Haraki (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – SDIT Al-Haraki Kota Depok menorehkan prestasi dengan menjadi nominasi Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional untuk kategori Sekolah Dasar. Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 16 – 19 Agustus 2016 di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

“Sebelumnya, pada bulan Maret lalu, lima Kementerian mulai dari Kemendikbud, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kehutanan datang memberikan penilaian. Setelah itu, di bulan Juli akhir, dua Kementrian dari Kemendikbud dan Kemendagri datang kembali untuk melakukan penilaian ulang,” ujar pengurus Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TPUKS) Kota Depok, Khaerudin.

Ia menjelaskan, ada pun yang menjadi penilaian yaitu fasilitas mulai dari ruang UKS, penataan ruang ibadah, penataan ruang kelas, ruang LAB, ruang OSIS, ruang Bimbingan Konseling (BK), ruang keterampilan, kantin, kamar mandi. Selain itu, perpustakaan, lapangan olahraga, taman, tanaman seperti ada atau tidaknya Apotek hidup, dan sumber air bersih.

“Tidak hanya fasilitas saja, melainkan seperti penilaian cara belajar mengajar dan juga kegiatan lainnya yang memberikan aktivitas berguna bagi anak didik,” lanjutnya.

Sebelumnya, SDIT Al-Haraki menjuarai tingkat kota yang bersaing dengan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Kota Sukabumi serta Cianjur. Kemudian naik ke tingkat Provinsi  Jawa Barat dan bersaing dengan 6 wilayah. Setelah itu, masuk ke tingkat nasional yang harus bersaing dari 33 Provinsi di Indonesia.

“Di kedua tingkat itu SDIT Al-Haraki selalu menjadi juara satu dan hal itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan berharap di tingkat nasional ini menjadi yang terbaik kembali,” ungkapnya.

Khaerudin mengungkapkan bahwa ini bukan sekadar harapan menjadi sang juara, melainkan dengan tujuan mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan sekolah.

“Intinya bukan pada piala, tapi bagaimana menerapkan PHBS di lingkungan sekolah, tidak hanya terhadap siswa, tapi juga kepada guru, staff dan juga lingkungan di sekolah tersebut,” tutup Khaerudin. (Rysko/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :