depok.go.id – Seiring akan datangnya Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah, diperkirakan akan banyak penjual hewan kurban yang membuka lapak baik pedagang tetap maupun musiman. Akan tetapi, terkadang lapak hewan kurban tersebut dibuka di tempat yang mengganggu ketertiban, seperti trotoar atau pinggir jalan.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok, Tinte Rosmiati mengimbau kepada para camat dan lurah untuk mengkoordinir lapak-lapak yang ada. Tujuannya jelas agar lapak-lapak tersebut tidak mengganggu masyarakat umum.

“Selain itu biar lebih terkoordinir untuk pendataan, karena bulan ini kami sudah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” ujar Tinte.

Tinte tidak  memungkiri banyaknya lapak yang kurang terorganisir. Selain itu, karena pada dasarnya permasalahan lapak tersebut merupakan kewenangan dari kecamatan dan kelurahan sebagai pemilik wilayah. Sementara Distankan hanya memeriksa hewannya saja, karena jika hewan dalam keadaan tidak sehat yang akan dirugikan adalah warga.

“Yang kami tangani adalah objeknya dan diharapkan ada koordinasi yang baik antara mereka, yaitu para pedagang dan kami, sehingga tidak menyulitkan kami dalam melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Distankan sendiri akan memulai melakukan pemeriksaan hewan kurban mulai tanggal 9 hingga 22 September. Dalam melakukan pemeriksaan ini Distankan akan menurunkan 5 tim dan dibantu oleh mahasiswa IPB. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :