Kepala DLHK Kota Depok Ety Suryahati saat membuka kegiatan Sosialisasi, Evaluasi, dan Monitoring Program-program Perda Kota Depok No. 9 Tahun 2015 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) di Wisma Hijau Cimanggis, Rabu (09/10/2019). (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengajak kerja sama pihak swasta seperti pengembang, pengelola perumahan maupun apartemen dalam hal pengangkutan sampah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah yang tidak terkontrol.

“Kami menawarkan diri untuk melakukan pengangkutan sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Karena, pengembang yang menunjuk pihak swasta, biasanyan pihak swasta tidak memiliki TPA dan akhirnya menimbulkan masalah baru,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, usai membuka kegiatan Sosialisasi, Evaluasi, dan Monitoring Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No 9 Tahun 2015, di Wisma Hijau, Cimanggis, Rabu (09/10/2019).

Dikatakannya, selain pengangkutan sampah, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada warga perumahan terkait pemilahan sampah. Bahkan, DLHK akan membentuk bank sampah yang nantinya bisa mengelola sampah tersebut.

“Ini bisa menjadi salah satu solusi kami dalam mengatasi permasalahan sampah. Kami juga memiliki 32 Unit Pengelolaan Sampah (UPS) yang siap menerima sampah organik untuk dijadikan pupuk. Dalam satu hari, kami bisa mengelola 120 ton sampah organik,” ucapnya.

Dirinya berharap, melalui kerja sama ini bisa menciptakan Depok bebas sampah sesuai  program unggulan Kota Depok yaitu, Zero Waste City.

“Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan armada kita memang terbatas, tetapi kami sanggup untuk melakukan pengambilan sampah demi Depok bebas sampah,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :