Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diikuti oleh pemilik lahan pribadi dan pengembang di Wisma Hijau Cimanggis, Rabu (09/10/2019). (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok tengah merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Depok. Dalam pelaksanaannya, DPUPR juga melibatkan masyarakat untuk memberikan masukan serta menyampaikan aspirasi.

“Saat ini terjadi perubahan sosial masyarakat. Meningkatnya pertumbuhan penduduk mempengaruhi luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang harus dipenuhi. Pemkot Depok berkesempatan meninjau kembali Perda RTRW satu kali dalam lima tahun. Untuk revisi kali ini, kami melibatkan masyarakat,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi usai membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) di Wisma Hijau, Cimanggis, Rabu (09/10/2019).

Diakuinya, kegiatan ini nantinya akan menghasilkan keputusan bersama untuk dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

“Fokus pembahasan pada FGD adalah bagaimana Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat mau bersama-sama melakukan proses penghijauan di tengah jumlah penduduk yang terus bertambah. Ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi Pemkot untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyusun kebijakan tata ruang,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi DPUPR Kota Depok, Putri Mirmasari mengatakan, revisi RTRW dilakukan atas dasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang RTRW.

“Solusi itu kan bentuknya macam-macam, misalnya untuk pengembang yang tadinya efektif kaveling 60:40, bisa saja menjadi 50:50 untuk pemenuhan RTH atau Pemkot punya lahan, tapi masyarakat ikut berkontribusi untuk penghijauan. Itu bisa saja. Nah, dalam FGD akan kita bahas semua untuk menyusun naskah akademis tahun 2019,” tutupnya.

 

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :