SLBN Kota Depok menggelar seminar inklusi di aula SLBN, Kecamatan Cipayung, Jumat (09/11/18). 

depok.go.id-Upaya membangkitkan pendidikan inklusi di Kota Depok, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Depok menggelar seminar inklusi. Selain melalui seminar, SLBN juga akan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Sebenarnya pendidikan sekolah inklusi sudah terbentuk sejak 2012, namun dua tahun terakhir ini sempat vakum. Seminar ini dimaksudkan agar pendidikan inklusi di Kota Depok kembali bergairah. Ini juga bentuk sosialisasi kami untuk memberikan pemahaman kepada seluruh tenaga pendidik,” ujar Kepala SLBN Kota Depok, Cornelia Dewi usai kegiatan Seminar Inklusi di Aula SLBN Kota Depok, Kecamatan Cipayung, Jumat (09/11/18).

Dikatakannya, lesunya pendidikan inklusi diakibatkan terbatasnya jumlah tenaga pendidik atau SDM yang mumpuni di bidangnya. Untuk itu, ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) serta Dinas Sosial (Dinsos) untuk mempersiapkan SDM tersebut.

“Akan kami koordinasikan dengan Disdik terkait data ABK di sekolah dan jumlah tenaga pendidiknya. Setelah itu, kita siapkan SDM agar tidak ada lagi penolakan ABK di sekolah inklusi akibat terbatasnya SDM,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok, Elly Farida juga akan bekerja sama membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang fokus menangani ABK agar bisa bersekolah di sekolah inklusi.

“ABK juga wajib mendapatkan hak anak sesuai yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak, seperti bermain, pendidikan, perlindungan, hak rekreasi dan sebagainya. Nah, ini yang akan terus kita dorong, agar seluruh anak mendapatkan haknya tersebut tidak terkecuali ABK, untuk mendapatkan pendidikan di sekolah inklusi,” ucapnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :