IMG_8355depok.go.id – Angka balita tumbuh kejar mengalami penurunan di tahun 2017. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat untuk tahun 2016 jumlah balita tumbuh kejar sebanyak 0,06 persen atau sebanyak 85 kasus dari 134.366 balita di Kota Depok. Sedangkan tahun 2017 Januari hingga Oktober berdasarkan laporan kohort terdapat 70 balita tumbuh kejar.

“Angka balita tumbuh kejar semakin menurun di Depok. Kami pun memberikan reward ke balita tumbuh kejar berupa sepeda dan mainan pengasah motorik sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Sebab orang tua telah berhasil meningkatkan status gizi anak,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Depok May Haryanti kepada depok.go.id, belum lama ini.

Menurutnya, penanggulangan balita dengan status sangat kurus dan kurus dapat dimulai dari deteksi dini balita dengan berat badan kurang, serta tata laksana penanganan di rumah tangga dan posyandu. Selanjutnya akan dilakukan rujukan penanganan balita di puskesmas, pos gizi dan rujukan balita ke Rumah Sakit. Selain itu, diperlukan juga monitoring dan pemantauan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.

“Tidak hanya keluarga, kader posyandu dan puskesmas saja yang memiliki tanggung jawab, tetapi memerlukan dukungan dari RT/RW, Lurah, TP PKK Kecamatan/Kelurahan,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, mengapresiasi langkah Dinkes Depok dalam memberikan reward ke balita dengan berat badan tumbuh kejar. Menurutnya, tampak sinergitas dari upaya yang dilakukan Dinkes dengan semua pihak.

“Saya berharap, kedepannya peran kader dan ibu pendamping dapat semakin meningkat, karena mereka berkontribusi pada penurunan gizi kurang di Kota Depok,” tutupnya.

Penulis: Indri Purnama

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :