IMG_8357

Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, saat memeriksa kelengkapan dokumen bagi pengajuan permohonan pembuatan paspor. (Foto : Guntur/Diskominfo)

depok.go.id – Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, telah melakukan penolakan terhadap 246 pemohon paspor. Jumlah tersebut merupakan data akumulasi penolakan permohonan sepanjang Januari hingga Agustus 2017.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan mengatakan penolakan pemohonan paspor didasarkan atas pertimbangan dua aspek. Yaitu, penolakan permohonan paspor oleh petugas di Kantor Imigrasi (Kanim), serta permohonan pengajuan paspor yang ditolak oleh sistem.

“Sebanyak 88 permohonan paspor ditolak oleh petugas Kanim. Sedangkan untuk pengajuan yang ditolak oleh sistem sebanyak 158 permohonan,” kata Dadan kepada depok.go.id, Jumat (08/12/2017).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, penolakan pengajuan pembuatan paspor dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan paspor serta adanya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nonprosedural. Umumnya, sambung Dadan, penolakan tersebut terjadi karena pemohon diindikasikan akan menggunakan paspor untuk kepentingan yang lain.

“Jadi misalnya mereka mengajukan pembuatan paspor karena ingin berkunjung maupun wisata ke negara lain. Namun, setelah ditelusuri secara mendalam, ternyata yang bersangkutan tidak mampu meyakinkan kepada petugas kami bahwa tujuan mereka adalah benar-benar untuk berkunjung saja. Karena itu, kami lakukan upaya penolakan,” tuturnya.

Terkait dugaan adanya penyalahgunaan paspor oleh calon TKI nonprosedural, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif terhadap hal tersebut. Salah satunya, dengan melakukan penelusuran lebih lanjut bagi para pemohon yang diduga tidak menggunakan paspor sesuai dengan peruntukkannya.

“Misalnya, mereka mengajukan paspor dengan alasan ingin melaksanakan ibadah haji maupun umroh. Namun, setelah kami telusuri ternyata pemohon tersebut tidak mempunyai dokumen yang lengkap, sehingga kami beri tanda khusus serta kami lakukan penolakan terhadap pengajuan pembuatan paspornya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, penolakan permohonan paspor juga bisa terjadi apabila pemohon tidak memberikan dokumen yang sesuai dengan aslinya. Karena itu, dirinya mengimbau kepada para pemohon agar dapat melengkapi dokumen persyaratan sebelum mengajukan permohonan.

“Sebelum mengajukan permohonan, lengkapi semua dokumen terlebih dulu. Pastikan semua datanya sesuai dengan dokumen aslinya. Bagi pemohon yang sempat ditolak, dapat kembali dengan melengkapi berkas sesuai syarat yang telah ditentukan,” tutupnya.

Penulis : Guntur Widyanto

Editor : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :