Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Mengingat saat ini seluruh penduduk dunia bisa dengan mudah mendapatkan narkoba dari pengedar, hal ini tentunya membuat para orang tua, masyarakat dan pemerintah khawatir akan penyebaran barang haram tersebut terutama di kalangan pelajar.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok Rudi Hartono mengatakan bahwa sejak 2011 selalu ada peningkatan kasus narkoba di Kota Depok. Menurut data yang beliau dapatkan dari Polres dan Kejaksaan, pada 2011 ada 148 kasus, 2012 ada 188 kasus, 2013 ada 248 kasus, dan 2014 bertambah menjadi 287 kasus.

“Selalu ada peningkatan, hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menghentikan peredaran dan penggunaan narkoba,” jelasnya.

Khusus untuk pelajar, beliau mengatakan bahwa data dari BNN menyebutkan bahwa pada 2012 enam dari seratus pelajar adalah pemakai narkoba. Pemakaian narkoba di kalangan pelajar ini selalu dengan alasan yang sama, yaitu ingin mencoba-coba dan ajakan dari orang lain.

“Saya himbau kepada para pelajar untuk menghindari tawaran mencoba narkoba, karena tidak menutup kemungkinan para bandar menyalurkan dengan berbagai cara,” ujarnya.

Rudi mengatakan bahwa sejauh ini belom ada pelajar di Depok yang menjadi bandar, baru ada pengguna saja. BNN juga selalu melakukan pendekatan ke pihak sekolah serta koordinasi dengan Dinas pendidikan terkait penyuluhan narkoba di kalangan pelajar sebagai upaya pemberantasan narkoba di Kota Depok.

“Jangan sampai mati masa depaNnya karena narkoba.narkoba ini menjadi masalah bersama untuk kita semua tidak cuma BNN,” ujarnya. (Rysko/Diskominfo)

Bagikan post melalui :