depok.go.id – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus berupaya menambah jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di Dinas Pemadam Kebakaran. Hal ini diperlukan karena dalam menanggulangi musibah kebakaran, diperlukan jumlah SDM yang memadai.  Jumlah personel yang memadai akan mempercepat proses penanggulangan kebakaran.

zKepala Damkar Kota Depok Yayan Arianto menuturkan, jumlah keberadaan personel sangat berpengaruh terhadap lama tidaknya proses pemadaman, dihitung  dari personel yang di kabarkan via telepon hingga padamnya api.

“Tahun 2015 waktu yang dapat dicapai hingga api padam sekitar 16,36 menit, saat ini setelah adanya penambahan perekrutan tenaga nonPNS, capaian waktu menurun menjadi 15,01 menit. Ini capaian yang sangat baik, mudah-mudahan ke depan bisa di bawah 15 menit dengan 255 personel yang kita miliki,” ujar Yayan Arianto usai kegiatan forum rencana kerja (Renja) Tahun 2016 di Pos Satlakar, Sukmajaya Depok, Rabu (10/02/2016).

Pihaknya juga akan menambah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di beberapa titik, seperti di Universitas Indonesia (UI) yang nantinya juga akan bekerjasama dengan Damkar Jakarta.

“Kami juga akan bekerjasama dengan Damkar Jakarta untuk mengoptimalkan kinerja. Fungsinya, agar jika terjadi kebakaran di perbatasan, maka Damkar Jakarta dan Depok dapat bersinergi,” terangnya.

Untuk ke depannya Yayan berharap Damkar Depok seperti Damkar Surabaya dengan 750 personel dan mampu menangani api dengan waktu sembilan menit. Penulis: Vidyanita/Ed:Olvi Destiani/Yulia S – Diskominfo.

Bagikan post melalui :