ikuti bazar

IKUTI BAZAR : Kegiatan bazar yang diikuti UMKM Tia Colection. (Foto: Istimewa).

depok.go.id- Warga Kecamatan Cimanggis memulai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tia Collection dari hobi merajutnya. Dirinya pun telah banyak memproduksi berbagai kerajinan rajutan. Diantaranya tas, sepatu, sandal dan berbagai jenis baju hangat serta baju bayi.

“Awal memulai bisnis rajutan ini dari kegemaran saya dengan seni merajut. Memang sejak kecil saya sudah senang membuat bahan kerajinan dengan rajutan, lalu bisa dipakai atau dijual,” kata Pemilik UMKM Tia Collection, Yanti Aditya kepada depok.go.id, Senin (10/04/2017).

Dikatakannya, UMKM rajutan tersebut merupakan binaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok. Yanti mengaku, sudah 10 tahun belakangan, dirinya juga menjadi salah satu pengajar dalam kelas merajut di UMKM Center yang ada di ITC Kota Depok.

“Saya membantu para ibu yang ingin berbisnis seperti saya di bidang rajutan. Selain itu, dalam waktu satu bulan, saya juga membuka workshop kelas rajutan untuk memberikan pengetahuan lebih bagi warga Depok,” tuturnya.

Menurutnya, dengan dukungan dari Pemerintah Kota Depok dalam merangkul sejumlah pelaku UMKM Depok sangat baik. Sebab, selain memberikan pembelajaran cara berbisnis. Dapat memberikan wadah bagi pelaku usaha dalam berbagai event di Kota Depok.

“Pemerintah Kota Depok sangat banyak memberikan manfaat yang cukup baik. Misalnya, saya sempat diundang oleh Pemerintah Kota dalam workshop cara berjualan online dengan baik dan benar beberapa waktu lalu. Hal seperti itu yang membantu pelaku UMKM dalam berbisnis menjado lebih mudah,” jelasnya.

Yanti mengakui, bisnis yang dilakoni memang tidak semulus bisnis biasanya, hanya saja karena menjalankan bisnis dengan hati jadi membuat lancar segala perjalanan usaha rajutannya.

“ Semua adalah proses, jadi lancar atau tidaknya usaha kita selama masih enjoy dengan bisnis ini ada saja jalannya” katanya.

UMKM Tia Collection selain mengikuti bazar atau pameran UMKM yang dibuat oleh Pemerintah Kota Depok, dirinya juga berjualan secara online melalui media social yaitu facebook, harga perlengkapan yang di jual tersebut mulai dari Rp. 10 ribu hingga Rp. 300 ribu.

“Omzet yang didapat sekitar Rp. 5 juta hingga Rp.10 juta per bulan,” pungkasnya.

Penulis: Dian Afrianti Kunto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :