yoga

LATIHAN YOGA: Kegiatan Komunitas Yoga Kota Depok saat latihan di Universitas Indonesia Depok. (Foto: Dian/Diskominfo)

depok.go.id- Yoga adalah satu jenis olahraga yang saat ini sedang menjadi tren untuk menghilangkan stres. Di Kota Depok ada satu Komunitas Yoga Depok yang berdiri pada 31 Juli 2016. Mereka merupakan perkumpulan pencinta yoga yang ingin hidup sehat tanpa olahraga berat sekaligus dapat merilekskan pikiran karena lokasi latihan tepat berada di kampus Universitas Indonesia yang masih dipenuhi pepohonan.

Humas Kounitas Yoga Depok (KYD) Bhetsy Angelina mengatakan, saat komunitas yoga ini terbentuk, belum ada komunitas yang mewadahi olahraga yoga di Depok. Akhirnya, tahun 2016 salah satu pelatih yoga yaitu Didot membuka komunitas tersebut dan setiap anggota yang bergabung tidak dipungut biaya.

“Awalnya mas Didot belum pernah melihat komunita yoga di Depok, padahal pada tahun 2016 yoga sedang menjadi tren dan akhirnya terbentuk KYD. Komunitas kami ini tidak memungut biaya, hanya ada sumbangan secara sukarela,” tuturnya pada Minggu (09/04/2017).

Lebih lanjut Betshy menuturkan, untuk anggota yang tergabung ada 60 orang. Karena itu, pihaknya harus lebih banyak menyosialisasikan yoga kepada warga Depok, tetapi jika komunitas tersebut sedang melakukan latihan banyak masyarakat yang tertarik ingin mencoba.

“Saat ini masih sedikit, tetapi kami sedang berusaha menyebarkan manfaat yoga sebagai olahraga yang positf dan tidak membutuhkan biaya besar,” katanya.

Biasanya dalam latihan komunitas ini memanggil guru profesional untuk memberikan pengetahuan yang luas tentang olahraga tersebut. Bhetsy menambahkan, biasanya saat latihan, pihaknya tidak hanya berolahraga saja, tetapi sering dalam sela-sela waktu istirahat melakukan kegiatan berbagi pengalaman kepada anggota. Hal tersebut agar anggota tidak stress jika melihat gerakan yoga yang simple tetapi sulit jika dilakukan.

“Untuk menghilangkan rasa bosan saat latihan,  kami sering berbagi pengalaman di waktu istirahat,” pungkasnya.

 

Penulis: Dian Afriani Kunto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :