siap depicta

SIAP IKUT DEPICTA : Tim Srikandi SMK Negeri 1 Depok optimis akan menjuarai lomba Depicta 2017. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Depok, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Depok akan kembali menyelenggarakan Depok ICT Award (Depicta). Acara tersebut didedikasikan sebagai penghargaan untuk karya Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan diikuti oleh sekolah SMA/SMK, perguruan tinggi, komunitas maupun masyarakat.

Salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Depok yaitu Kelompok Srikandi, Azzahra Dinda Shafira dan Anggraeni Xena Syaefullah antusias mengikuti lomba Depicta ini. Menurut mereka ajang tersebut sangat seru dan dapat menambah ilmu TIK karena para peserta diberikan pemahaman melalui workshop.

“Kami mengirimkan dua tim yaitu kategori perorangan dan kelompok. Sekolah pun sangat mendukung, bahkan tim di sekolah juga membantu dalam perumusan sistem yang kami rancang,” jelas Azzahra Dinda Shafira kepada depok.go.id, belum lama ini.

Kemudian mengenai ide aplikasi, Anggraeni Xena Syaefullah menjelaskan, keduanya mencoba untuk membuat aplikasi tentang kependudukan di Kota Depok. Ide tersebut dibuat untuk memudahkan warga Depok dalam layanan kependudukan seperti akte dan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Bahkan, aplikasi tersebut bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk Pemerintah Kota Depok

“Selain untuk mempermudah warga Depok agar tidak perlu datang ke kantor pemerintah. Aplikasi kependuduk juga untuk menghemat kertas. Tim kami optimis untuk menjadi pemenang Depicta 2017,” tuturnya.

Sementara itu Tim Abudata dari kalangan masyarakat yaitu Muhidin menuturkan, motivasi terbesar mengikuti lomba Depicta karena ingin terlibat dalam program Pemerintah Kota yaitu Depok Smart City. Dirinya bersama anaknya Human Al Labib pun antusias dalam perlombaan TIK itu.

“Saya juga ingin mengajarkan kepada anak lewat learning by event atau belajar langsung pada perlombaan seperti ini karena anak mempunyai minat juga terhadap teknologi informasi,” ucapnya.

Dikatakan Muhidin, ide aplikasi yang akan disampaikan adalah Elektronik Capaian Penilaian Mengajar (e-CPM) yang berguna untuk membantu sekolah untuk dapat menilai kinerja guru atau penyampaian materi agar para murid dapat berprestasi dengan dukungan guru yang berkompeten.

Selain itu, sambungnya, aplikasi itu juga bukan hanya untuk siswa, namun harus bekerja dengan dua arah. Jadi para guru juga dapat menilai capaian belajar para murid sebagai bahan evaluasi. Muhidin pun sebagai guru bekerja sama dengan anaknya sebagai murid untuk menguji aplikasi tersebut.

“Jadi kalah dan menang bukan menjadi prioritas, harapannya adalah menyelesaikan program aplikasi tersebut agar dapat bermanfaat,” pungkasnya.

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :