Kepala DKPPP Depok membuka Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Depok Tahun 2019. (Pipin/Diskominfo)

depok.go.id-Program Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merupakan salah satu upaya menekan konsumsi nasi secara berlebihan. Sebab, dengan meminimalisir penggunaan beras berdampak positif dalam menahan laju inflasi di Kota Depok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, pihaknya ingin agar warga Depok tidak terlalu bergantung pada beras. Dia berharap, warga bisa memanfaatkan bahan pangan lokal lainnya, yang memiliki kandungan gizi yang sama.

“Jika harga beras meningkat sebesar sepuluh persen, akan berdampak pada inflasi di Kota Depok sebesar 0,5 persen. Jika inflasi meningkat tentu kita tahu, harga-harga lainnya ikut naik,” kata Diah, kepada depok.go.id, Rabu (10/04/2019).

Apabila harga-harga kebutuhan lainnya meningkat, kata Diah, tentu akan menyulitkan warga Depok dalam memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Hal inilah, sambungnya, yang ingin dihindari. Maka dari itu, menurutnya, pemerintah bersama masyarakat harus bekerja sama dalam menekan inflasi tersebut.

“Pada dasarnya, mencari alternatif bahan makanan lainnya yang bisa dikonsumsi, juga untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Depok,” katanya.

Selain beras, salah satu bahan makanan yang perlu dikurangi adalah terigu. Pasalnya, bahan tersebut termasuk komoditas yang didatangkan dari luar (impor).

“Inflasi tingkat nasional maksimal di angka lima. Mudah-mudahan dengan memaksimalkan potensi pangan non-beras, selain bisa meningkatkan kecintaan terhadap pangan lokal, juga mengurangi inflasi,” ucapnya.

Penulis :Pipin Nurullah
Editor : Dunih

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :