Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini. (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id –  Upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, dilakukan Puskesmas Ratujaya dengan mendistribusikan 700 bubuk abate. Pendistribusian melibatkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di dua kelurahan yaitu Kelurahan Ratujaya dan Kelurahan Pondok Jaya.

“Untuk mencegah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti cikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD), kami rutin membagikan bubuk abate. Dalam satu bulan abate yang didistribusikan 100 saset untuk dua kelurahan, atau sebanyak 700 abate yang kami sebar hingga Juli ini,” ujar Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini, di Puskesmas Ratujaya, Selasa (10/07/18).

Dikatakannya, di sela kegiatan kader Jumantik melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM), mereka juga membagikan abate kepada warga. Bubuk abate yang diberikan bersumber dari Puskesmas, sehingga warga tidak dipungut biaya apapun alias gratis untuk mendapatkan abate tersebut.

“Kami tidak pernah meminta iuran dalam bentuk apapun. Jika ada yang berbayar, patut dipertanyakan apakah sumbernya dari Puskesmas atau lembaga lain. Karena ada juga yang sumbernya bukan dari Puskesmas dan dikenakan biaya,” jelasnya.

Diakuinya, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang terjangkit cikungunya maupun DBD. Pihaknya akan terus memantau, mengingat penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus itu sangat berbahaya.

“Belum ada laporan warga terkait dua penyakit tersebut. Kami akan terus lakukan kegiatan Jumantik sambil terus kita pantau,” ucapnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :