Kelurahan Limo bersama warga RW 07 usai didatangi tim penilai dari DLHK Kota Depok. (Foto: Janet/ Diskominfo)

depok.go.id-Bank Sampah Sasak, RW 07, Kelurahan Limo, maju mewakili Kecamatan Limo dalam Lomba Kebersihan Tingkat RW yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Bank sampah yang telah berdiri sejak 2015 tersebut, diyakini bisa mengungguli kandidat lainnya dalam lomba tahunan ini.

Lurah Limo, Aa Abdul Khoir mengatakan, terpilihnya bank sampah RW 07 karena ketekunan warganya dalam mengelola sampah menjadi barang bernilai jual. Bahkan, bank sampah RW 07 telah memiliki omzet yang cukup besar.

“Dalam Lomba Kebersihan RW ini, hampir sama dengan kriteria Adipura. Untuk Limo, lebih kepada pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya, Rabu (10/07/2019).

Dikatakannya, dengan adanya bank sampah menjadikan masyarakat Kelurahan Limo dapat mandiri dengan sampahnya sendiri. Bahkan, sampahnya menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Saya lihat hasil kerajinan tangan para anggota Bank Sampah Sasak 07 kreasinya cukup bagus dan layak dipasarkan, ini kalau dikembangkan bisa jadi home industri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Sasak 07, Yuliawati menambahkan, pihaknya dalam sebulan dapat meraup omzet senilai Rp 2 juta. Omzet tersebut berasal dari hasil penjualan berbagai kerajinan dari sampah nonorganik.

“Anggota kami aktif membuat kerajinan tangan dari barang bekas, seperti bungkus permen, kemasan kopi, kaleng bekas produk minuman dan berbagai jenis barang bekas untuk disulap menjadi suvenir. Mudah-mudahan kami bisa menang dan bank sampah 07 dapat semakin maju,” harapnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :