kendalikan pertumbuhan penduduk melalui program KB

Plt. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Widyati Riyandani, saat kegiatan sosialisasi pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program KB yang diselenggarakan BPMK di aula Perpustakaan Kota Depok, Kamis (10/12/15). (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Alat kontrasepsi hormonal hingga kini masih mendominasi akseptor Keluarga Berencana (KB) di Kota Depok dibanding dengan penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD (Intra Uterine Device). IUD adalah sebuah alat kontrsepsi berupa kumparan kecil panjangnya 3 Cm dimasukkan oleh dokter ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Padahal jika ditelaah lebih dalam lagi, IUD lebih banyak menguntungkan daripada alat kontrasepsi lain, misalnya  langsung efektif begitu terpasang di rahim. Selain itu, pengecekan IUD hanya perlu dilakukan satu tahun sekali dan tidak menimbulkan efek samping hormonal, seperti pada alat kontrasepsi hormonal yang lain.

“Penggunaan alat kontrasepsi hormonal masih mendominasi, padahal alat kontrasepsi ini memerlukan disiplin tinggi dalam penggunaannya. Salah-salah jika terlupa justru bisa ‘kebobolan’ dan menimbulkan efek samping yang membahayakan bagi tubuh,” ujar Plt. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Widyati Riyandani, saat kegiatan sosialisasi pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program KB yang diselanggarakan BPMK di aula Perpustakaan Kota Depok, Kamis (10/12/15).

Wanita yang biasa disapa Wid itu mengungkapkan, alat kontrasepsi hormonal adalah alat kontrasepsi yang membutuhkan disiplin tinggi dalam menggunakannya, seperti pil KB. Hal ini menjadi tugas BPMK yang intens dalam mengingatkan para peserta KB agar beralih ke alat kontrasepsi IUD. 

“Di sini peran petugas lapangan melalui institusi masyarakat seperti Pos KB, Sub Pos KB dan kader KB mengingatkan para peserta KB,” tutur nya.

Wid juga berharap dengan adanya sosialisasi secara berkelanjutan akan  meningkatkan pemahaman terkait program KB, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang bahagia dan menciptakan generasi yang berkualitas. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :