depok.go.id – Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok terus fokus mengembangkan dan memberdayakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar lebih mandiri. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disnakersos Kota Depok, Diah Sadiah.

“Mereka perlu terus diberdayakan agar bisa mandiri,” ujarnya.

Diah mengatakan bahwa pihaknya menggelar pembinaan, pemberdayaan, dan rehabilitasi bagi wanita rawan sosial ekonomi. Menurutnya, Disnakersos sudah sering membimbing hasil razia, untuk mengikuti pemberdayaan PMKS dengan diberikan keterampilan, misalnya untuk wanita tunasusila, supaya mereka dapat hidup mandiri tidak menjadi wanita tunasusila kembali.

“Kami berikan keterampilan, seperti menjahit dan salon bagi mereka,” ucapnya.

Selain itu, Diah juga mengatakan bahwa pihak Disnakersos sudah beberapa kali menawarkan kepada para wanita tunasusila untuk mengikuti pemberdayaan tanpa ada paksaan. Bimbingan untuk mengikuti pelatihan keterampilan agar mereka mandiri ini sering diadakan melalui program Kemensos maupun di provinsi, hanya saja karena program pemberdayaan dari Kemensos selalu lama hingga dua minggu.

“Sayangnya karena terlalu lama ada juga yang tidak mau mengikuti,” paparnya.

Semua permasalahan sosial seperti tunasusila akan menjadi bahan masukan. Bila di Disnakersos fokus kepada pemberdayaan mereka agar mereka dapat mencari pekerjaan lain dan dapat mandiri, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) fokus kepada penanganan dari lini keluarga.

“Kami akan terus melakukan pemberdayaan kepada PMKS yang merupakan kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan sosial agar mereka dapat menjalin hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tandasnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :