lenong

Pertunjukkan Lenong Depok (Foto:Istimewa)

depok.go.id- Sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ditampilkan lewat pagelaran Lenong Depok pada 08 Desember 2017. Sosialisasi yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Kesenian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu ikut menggandeng para seniman dari Dewan Kesenian Depok (DKD).

Ketua Panitia Pagelaran Lenong Depok, Nuroji mengatakan, pihaknya memiliki cara lenong untuk menyosialisasikan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 agar masyarakat dapat paham poin yang terkandung dalam UU. Dengan memilih lakon Mat Depok ‘Pernikahan di Ujung Bedil’, pihaknya ingin menyampaikan regulasi mengenai kebudayaan dengan cara yang menyenangkan.

“Sosialisasi dalam bentuk lenong ini sesuatu yang berbeda. Kami sisipi beberapa dialog melalui celetukan khas Lenong Depok. Sebelumnya para pemain sudah dibekali dengan pemahaman mengenai isi dari UU tersebut. Jadi pagelaran tersebut dapat menghibur sekaligus memberi edukasi ke masyarakat,” jelas Nuroji, belum lama ini.

Lebih lanjut, anggota DPR RI tersebut menuturkan, dalam pelestarian budaya meliputi kebebasan berekspresi, proses pengembangan dan kemajuan kebudayaan. Semua komponen tersebut telah dilindungi oleh UU Pemajuan Kebudayaan. Dikatakannya, apresiasi juga perlu diberikan kepada seniman sebagai sosok yang melestarikan budaya tak hanya sekedar memberi penghargaan saja.

“Kami berharap lewat Lenong Depok ini dapat menyampaikan pesan yang ada dalam UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ke masyarakat,” pungkasnya.

Dalam pagelaran, tampak Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Lurah Limo Danudi Amin dan perwakilan dari Kecamatan Limo ikut menyaksikan Lenong Depok tersebut.

Penulis: Dian Afrianti Kunto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :