depok.go.id- Untuk menyamakan persepsi dan rencana aksi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019, Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok mengandeng kecamatan dan Kelurahan Layak Anak. Pelibatan lurah dan camat ini untuk memudahkan perumusan program kerja (proker) sesuai dengan permasalahan di wilayah masing-masing.

Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, saat mengajukan berbagai program untuk Kota Layak Anak (KLA) kecamatan dan kelurahan masih kesulitan untuk membuatnya. Agar tidak terulang kembali, dilakukan pemetaan bersama mengenai permasalahan anak yang ada di wilayahnya masing-masing, kemudian diusulkan berbagai program yang cocok untuk hal itu.

“Karena Layak Anak ini sudah menjadi program unggulan Kota Depok, makanya kami buatkan guidance rencana aksi kecamatan dan Kelurahan Layak Anak dalam Musrenbang 2019,” ujar Yulia, di kantornya, Senin (10/12/2018).

Ditambahkannya dalam proker yang dibuat juga termuat format indikator dalam klaster yang terdapat dalam KLA. Termasuk pengadaan alat bermain, atau pun Alat Permainan Edukatif (APE) untuk digunakan oleh kecamatan atau kelurahan.

“Hasilnya sudah direkapitulasi, dan nanti akan dimasukkan dalam juknis menu Musrenbang untuk KLA,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :