disdikUntuk meningkatkan peningkatan kreativitas, inovasi dan prestasi masyarakat, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengadakan Forum Renja 2015 di Gedung Graha Insan Cita, Rabu (11/02/2015) pagi. Forum Renja ini turut dihadiri Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, Kepala UPT Pendidikan, Kepala Sekolah serta beberapa LSM.

Dalam Renja kali ini dipaparkan beberapa rencana serta program kegiatan Dinas Pendidikan untuk tahun 2016. Secara khusus Disdik memiliki lima program prioritas dalam upaya peningkatan kreativitas, inovasi dan prestasi masyarakat, yaitu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan akses pembiayaan pendidikan, peningkatan pendidikan nonformal dan informal, peningkatan kualitas dan tatakelola pendidikan, serta pengembangan pendidikan kreatif.

“Program prioritas itu merupakan bagian dari sembilan prioritas pembangunan Kota Depok dan program unggulan walikota dalam bidang pendidikan,” ujar Kepala Disdik Kota Depok Herry Pansila.

Program unggulan Walikota Depok tersebut diantaranya adalah pemerataan SMAN/SMKN di tiap kecamatan,pendidikan gratis bagi SD, SMP, SMA/SMK Negeri di Depok, serta pemberian beasiswa kuliah S1 bagi siswa berprestasi di Depok. Total ada 101 kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Disdik berdasarkan enam bidang, yaitu sekretariat, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan kejuruan, pendidikan non formal dan informal, sarana dan prasarasa, serta UPT.

Kegiatan tersebut diantaranya adalah peningkatan dan pengembangan sekolah inklusif, pemberian bantuan beasiswa siswa miskin dan guru perbatasan, peningkatan kualitas kecakapan hidup (life skill) siswa, serta berbagai kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

“Untuk pembangunan sarana dan prasarana yaitu pembangunan ruang kelas baru sebanyak 31 SD, 20 SMP, dan 15 SMA/SMK, serta rehabilitasi 27 ruangan untuk SMA/SMK dan 6 untuk SMP serta 30 untuk SD” ujar Herry.

Sementara untuk program pendidikan non formal dan informal, Disdik juga nantinya akan mencoba untuk menjemput bola terkait dengan kegiatan penyelenggaraan kegiatan kejar paket A, B, dan C, pembinaan buta aksara latin dan Alquran, serta penyelenggaraan kejar paket C.

“Untuk bidang nonformal dan informal, kami juga akan lebih melibatkan sekolah. Jadi kedepannya sekolah tidak cuma memberikan pendidikan formal saja namun juga lebih terlibat dalam pendidikan informal,” ujarnya. (Rysko/Diskominfo)

Bagikan post melalui :