Depok.go.id – Bagi pasangan suami istri yang sangat mendambakan buah hati namun tidak kunjung diberi oleh sang Maha Kuasa, maka mengangkat anak atau dikenal dengan istilah Adopsi bisa menjadi alternatif untuk memiliki ananda tercinta.

Meskipun demikian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memberikan rambu-rambu dan syarat yang harus dipenuhi oleh pasangan yang mendambakan hadirnya anak ditengah keluarga.

Persyaratan tersebut, seperti dijelaskan Kepala Seksi Pencatatan Perkawinan, Perceraian, Pengakuan dan Pengesahan Anak pada Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (P4A) Disdukcapil Kota Depok, Salvador da Silva, dalam mengangkat anak telah diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Peraturan tersebut menyebut bahwa pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak, dan tidak boleh memutus hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya,” jelas Salvador, Kamis (11/02/2016).

Salvador menerangkan, hal utama yang harus diperhatikan yaitu sang anak harus terlebih dahulu memiliki Akta Kelahiran dari orang tua kandung. Karena itu merupakan hak asasi sebagai anak yang harus dipenuhi. Setelah itu, orang tua angkat bisa meminta pengesahan pengangkatan anak pada Pengadilan. Kemudian bisa melanjutkan proses secara legal nya ke Disdukcapil untuk dibuatkan Catatan Pinggir (Caping) pada registrasi Akta Kelahiran dan Kutipan Akta Kelahiran.

“Caping ini isinya berdasarkan isi putusan dari pengadilan, jadi kami tidak menerbitkan Akta Kelahiran baru,” tandasnya.

Dengan diterbitkanya Caping oleh Disdukcapil, dikatakan Salvador, maka hak perdata orang tua kandung pada anaknya sudah otomatis hapus dengan sendirinya.

Mengingat pentingnya register anak angkat ini bagi masa depan sang anak sendiri kedepannya, Salvador mengimbau kepada seluruh pasangan orang tua di Kota Depok yang akan dan sudah mengangkat anak agar segera mengurus putusan pengadilannya serta mendaftarkannya pada Disdukcapil Kota Depok. (Nurul Hasanah/Ed: Yulia – Diskominfo)

Bagikan post melalui :