depok.go.id – Upaya melakukan pengawasan penuh terhadap alat tera serta perlindungan kepada konsumen, Depok akan memiliki Gedung Kemetrologian yang berlokasi di Sukmajaya. Hal tersebut juga didasari oleh akan dilimpahkannya kewenangan pengelolaan metrologi dari provinsi ke kota/kabupaten adalah pada bulan oktober nanti.
“Gedung itu merupakan upaya memenuhi syarat untuk pelayanan tera dan tera ulang alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP),” ujar Kepala Bidang Kemetrologian dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, Fenti Novita, Kamis (11/02/2016).
Fenti mengatakan bahwa Gedung tersebut nantinya akan menjadikan Depok sebagai kota yang tertib ukur. Gedung sebagai sarana memberikan perlindungan terhadap konsumen dalam menetapkan takaran yang tepat agar tidak dirugikan. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang metrologi legal, yaitu alat timbangan harus diukur secara berkala.
“Ini memang sudah diamanatkan oleh Undang-undang, sebagai upaya untuk perlindungan terhadap konsumen,”ujarnya.
Alat-alat yang harus dilakukan pengecekan secara berkala adalah timbangan bahan makanan, timbangan emas, alat ukur obat-obatan, dan bahkan alat ukur di SPBU. Nantinya pemilik alat timbang akan datang ke gedung tersebut untuk menera ulang. Selain itu petugas dari Disperindag akan  turun ke lapangan untuk menera timbangan yang tidak mungkin dibawa ke gedung kemetrologian.
“Pada bulan Mei nanti kami akan laporkan ke pihak provinsi untuk melakukan pengecekan kelayakan di gedung ini, jadinya pada Oktober nanti kami sudah siap,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Depok, Kania Parwanti mengatakan bahwa gedung Kemetrologian ini sudah selesai dibangun. Hanya saja belum dilakukan serah terima kepada Disperindag, namun dipastikan gedung tersebut sudah siap dipakai pada tahun ini.
“Bangunan sudah selesai, tinggal dilengkapi interior dan pengadaan alat yang merupakan kewenangan dari Disperindag, karena Distarkim hanya membangun gedungnya saja,”ujar Kania. (Rysko/Ed: Olvi Destiani/Yulia S-Diskominfo)
Bagikan post melalui :