depok.go.id-Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Hakim Siregar mengatakan, pendidikan wawasan kebangsaan yang diberikan sejak dini, efektif menekan perilaku negatif generasi muda. Menurutnya, kasus tawuran, penyalahgunaan minuman keras (miras) dan perundungan (bullying) yang kerap terjadi, bisa dihindari jika remaja menyadari dampak buruk perbuatan tersebut.

“Bentuk yang biasa kami berikan untuk pendidikan wawasan kebangsaan cukup beragam, seperti halnya Kantor Kesbangpol rutin memberikan bimbingan teknis, lomba antarpelajar, outbond, dan sebagainya. Hal ini dirasa perlu untuk merekatkan kembali sekolah satu dengan sekolah lainnya,” ujarnya di sela kegiatan Kampanye Wawasan Kebangsaan di SMAN 8, Cilodong, Depok, Senin (11/03/19).

Hakim menambahkan, tawuran terjadi akibat adanya jarak atau rasa persaingan yang diturunkan oleh alumni masing-masing sekolah. Karena itu, seluruh sekolah harus dibaurkan dalam sebuah kegiatan untuk meminimalisir adanya gesekan-gesekan yang terjadi antarpelajar.

“Faktanya dari tahun ke tahun, setiap selesai kegiatan yang kami berikan, ketika mereka bertemu di jalan justru saling sapa walaupun beda sekolah. Ini membuktikan gesekan dapat memudar dengan bimbingan wawasan kebangsaan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Hakim, kegiatan yang kerap dilaksanakan Kantor Kesbangpol mampu menekan kasus perundungan dan penyalahgunaan miras. Sebab, siswa yang menjadi peserta program wawasan kebangsaan, diajarkan bagaimana cara bertoleransi dan saling menghargai satu sama lain.

“Mereka (pelajar) akan menjadi contoh sekaligus bukti, pemuda juga bisa ikut memberi kontribusi untuk menjadi penerus bangsa yang cinta Tanah Air. Untuk itu, kegiatan yang melibatkan pelajar, terus kita intensifkan,” ucapnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :