umkm abon

Pemilik UMKM Abon Ikan Tuna Ayumi 93, Erlina Sari. (Foto: Istimewa)

depok.go.id- Berbagai produk usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus bermunculan di Depok. Pemerintah Kota pun senantiasa mendorong perkembangan produk lokal tersebut dengan pelatihan bagi pelaku UMKM.

Salah satunya adalah UMKM produk Abon Ikan Tuna Ayumi 93 milik warga Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Erlina Sari. Inovasi produk abon lokal tersebut menggunakan ikan tuna sebagai bahan bakunya.

Erlina mengatakan, pemilihan ikan tuna dikarenakan banyak mengandung omega 3 yang bagus dalam meningkatkan kecerdasan anak. Tak heran, produk abon ikan tuna tersebut juga diminati hingga ke Jepang, Korea, dan Mesir.

“Kebetulan suami saya kerja sama dengan temannya. Kemudian produk abon ikan tuna ini kami bawa saat suami beserta dengan muridnya mengadakan study tour ke Jepang. Jadi, sambil bekerja suami saya juga melakukan promosi. Alhamdulillah, ternyata warga Jepang banyak yang suka produk kami. Sehingga pemesanannya masih berlanjut sampai sekarang,” ujar Erlina kepada depok.go.id, Selasa (11/04/2017).

Dikatakannya, kandungan protein yang terdapat pada ikan tuna, menjadikan masyarakat di Jepang banyak yang menyukai produk yang dijualnya. Selain kandungan protein yang tinggi, manfaat ikan tuna juga berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

Erlina menuturkan, modal awal yang diperlukan untuk membangun usaha Abon Ikan Tuna Ayumi 93 tidaklah besar. Awalnya, Erlina hanya bermodal Rp. 700 ribu. Selain modal yang murah, bahan baku ikan tuna yang diperlukan juga mudah didapatkan.

“Ikan tuna di Indonesia banyak sekali. Jadi, cukup mudah untuk memperolehnya. Hanya perlu mendatangi ke sejumlah penyuplai, agar mendapatkan hasil ikan tuna yang masih segar,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat ini terdapat dua varian rasa pada abon tuna milik Erlina yaitu rasa original, serta rasa pedas.

“Kebetulan kalau orang-orang Jepang, mereka lebih suka rasa ikan tuna yang asli ya. Mereka kurang menyukai rasa yang pedas. Jadi biasanya yang sering kami kirimkan lebih banyak yang rasa original,” terangnya.

Meskipun memiliki kandungan manfaat yang tinggi serta baik untuk kesehatan tubuh. Harga jual satu bungkus abon ikan tuna terbilang murah. Untuk ukuran kemasan 90 gram, harga abon ikan tuna milik Erlina dijual dengan harga Rp. 27 ribu hingga Rp. 30 ribu.

“Kalau yang rasa original, kami jual dengan harga Rp. 27 ribu. Sedangkan untuk yang rasa pedas, kami jual dengan harga Rp. 30 ribu,” katanya.

Dalam satu bulan, Erlina pun dapat memproduksi abon ikan tuna sebanyak 200 bungkus. Dirinya berharap, agar usaha miliknya semakin maju dan berkembang. Terlebih, menurutnya, berbagai kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Kota terhadap UMKM di Depok dapat mendorong perkembangan UMKM tersebut, termasuk abon ikan tuna miliknya.

“Pemerintah banyak sekali membantu. Salah satunya Dinas Kesehatan Kota Depok. Mereka memberitahukan kepada kami, kalau produk kami ingin diproduksi secara berkelanjutan ke luar negeri, harus memiliki ijin. Selain itu, kami juga mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang sering diadakan oleh Pemerintah Kota Depok,” tandasnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :