Ilustrasi. (Foto : Istimewa)

depok.go.id –  Serangan penyakit pada budidaya ikan konsumsi seperti nila, gurame dan lele, masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian petani. Namun, bukan berarti tidak ada solusinya. Bahkan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, tidak segan-segan membagikan tips kepada petani agar tidak merugi karena penyakit ikan tersebut.

“Tidak bisa dimungkiri, serangan penyakit pada budidaya ikan sering ditemui seperti penyakit white spot dan aeromonas. Namun, semua itu bisa kita tekan dengan menurunkan suhu pada air kolam agar lebih hangat. Caranya, dengan mengurangi ketinggian air kolam,” ujar Kepala UPT BBI DKPPP Kota Depok, Nur Hidayat, di ruang kerjanya, Rabu (11/07/18).

Selain itu, lanjutnya, untuk pakan ikan sementara diberikan pakan probiotik. Pakan ini untuk memperkuat daya tahan ikan terhadap serangan penyakit. Pengobatan dengan cara ini dilakukan sampai ikan benar-benar sehat dan kembali aktif.

“Sebenarnya ada obat vaksin, harganya lumayan mahal. Belum lama ini BBI diberikan formula probiotik yang bagus untuk ketahanan penyakit pada ikan oleh balai yang khusus menangani penyakit ikan, tetapi saat ini masih tahap observasi. Jadi kita belum bisa katakan ini efektif atau tidak,” katanya.

Namun demikian dirinya tidak menampik, kematian pada budidaya ikan tetap terjadi walaupun sudah dicegah dengan cara preventif.

“Kematian tetap terjadi, karena ini memang sudah siklus tahunan. Mudah-mudahan ke depan ada cara lain yang lebih akurat untuk mencegah kematian pada budidaya ikan, yang disebabkan oleh cuaca,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :