Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Rencana pengoperasian Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Nambo, mulai menemui titik terang. Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku, operasional tersebut diupayakan bisa dimulai akhir tahun 2018. Karena itu, komunikasi juga terus dijalin Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar), agar beban TPA Cipayung bisa berkurang.

“Kami Pemkot Depok sudah melaporkan dan terus mengingatkan Pemprov Jabar, terkait kondisi TPA Cipayung. Kebutuhan kita untuk membuang sampah ke Nambo, sifatnya bukan tersier lagi, tetapi primer atau darurat. Kabar baiknya, diupayakan akhir tahun ini kita sudah bisa buang sampah ke Nambo,” ujar Mohammad Idris, di Sasono Mulyo, Cilodong, Rabu (11/07/18).

Dikatakannya, sambil menunggu kesiapan Pemprov Jabar untuk operasional Nambo, Pemkot Depok saat ini juga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) untuk melakukan penataan Kali Pesanggrahan yang bersebelahan dengan TPA Cipayung.

“Kami juga komunikasi dengan BBWSCC agar melakukan intervensi Kali Pesanggrahan yang kerap banjir, akibat pendangkalan. Selain itu, kita juga akan normalisasi sisi perumahan di wilayah sekitar. Ini merupakan bagian dari rekayasa kita,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati mengatakan, kesiapan Nambo menerima sampah dari Depok sebenarnya baru dapat direalisasikan pada 2019. Namun, pihaknya berupaya agar pada 2018 Depok bisa mengalokasikan sampah ke Nambo.

“Sebenarnya Nambo baru siap menerima sampah pada 2019. Kita dorong agar 2018 bisa melakukan pembuangan sampah. Sementara 250 ton dulu per hari pada tahun 2018, nanti di 2019 bisa 600 ton per hari,” pungkasnya

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :