JCH

(Dokumentasi: Diskominfo)

depok.go.id – Musim Haji 1437 Hijriyah atau tahun 2016 Masehi sudah didepan mata. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara istimewa tahun ini mengeluarkan sebuah regulasi baru terkait para Jemaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat ke tanah suci.

Kemenkes RI telah menerbitkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji. Istithaah Kesehatan Jemaah Haji merupakan kemampuan Jemaah Haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan.

“Yang baru pada Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji adalah pada pembagian kriteria penetapan Status Kesehatan Jemaah haji,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Agus Gojali, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Ia mengungkapkan dari Permenkes ini kemampuan JCH diukur tidak hanya mampu biaya, atau mampu dari segi keamanan tetapi para JCH harus memperhatikan aspek kesehatan diri sendiri.

Dirinya juga menjelaskan adapun empat kriteria yang wajib dilaksanakan dari Permenkes tersebut yaitu, pertama memenuhi syarat istithaah kesehatan, kedua memenuhi syarat dengan pendampingan.

“Maksudnya di sini untuk JCH yang sakit atau lansia diatas umur 61 tahun harus ada pendamping yang mendampingi, bisa dari keluarga atau bisa dari ketua regunya,” jelasnya.

Ketentuan selanjutnya, tambah Agus, ialah tidak memenuhi syarat istithaah sementara. Seperti ibu hamil, JCH yang belum disuntik vaksin meningitis, seseorang dengan penderita TBC aktif. Serta yang terakhir adalah tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan.

“Untuk yang sementara, JCH hanya ditunda keberangkatannya. Sedangkan yang sudah tidak memenuhi syarat istithaah seperti orang yang sakit jiwa, sakit dengan cuci darah rutin, penderita HIV/AIDS, maupun penderita kanker stadium lanjut,” tandasnya. (Nurul Hasanah/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :