Petugas PMI Kota Depok melakukan monitoring dan assessment terhadap warga yang yang terkena dampak puting beliung, di Sukmajaya, belum lama ini. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Cuaca buruk yang melanda hampir di seluruh Kota Depok menjadi perhatian khusus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok. Sebagai garda terdepan penanganan bencana, PMI melakukan monitoring terhadap rumah yang terkena dampak puting beliung.

“PMI bersama tim relawan belum lama ini melakukan monitoring dan asesmen terhadap rumah yang terkena dampak puting beliung. Nantinya, hasil ini akan kita laporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujar Kepala Seksi Pelayanan dan Administrasi PMI Kota Depok, Imron Maulana, di Markas PMI Kota Depok, Jalan Boulevard Raya Grand Depok City (GDC), Senin (11/11/2019).

Menurut data yang dihimpun, kata Imron, terdapat 22 kepala keluarga (KK) terdampak dengan rincian 14 keadaan rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang. Dari hasil laporan ini, PMI akan memberikan bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Ada satu rumah yang ditinggali dua KK, sisanya satu rumah, satu KK. Kami akan seleksi warga mana saja yang benar-benar membutuhkan bantuan dari kami. Misal terkait status kepemilikan, kalau statusnya kontrakan, kami tidak bisa bantu karena itu menguntungkan salah satu pihak,” ucapnya.

Diakuinya, untuk dampak puting beliung 60 persen dominasi berada di wilayah Sukmajaya. Sisanya tersebar di wilayah Cilodong, Tapos dan lain-lain.

“Selain puting beliung, pohon tumbang dan tower roboh juga terjadi di Sukmajaya. Kami memberi bantuan semampu kami dan sesuai anggaran yang tersedia, seperti material bangunan. Nanti sisanya diharapkan warga sekitar bisa secara bergotong-royong melakukan perbaikan terhadap rumah terdampak puting beliung,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :